Wisata Kediri 2026: 7 Situs Sejarah, Rute, dan Harga Tiket Masuk
Daftar Isi
- Ringkasan 7 situs sejarah di Kediri
- 1. Goa Selomangleng
- 2. Museum Airlangga
- 3. Kompleks Setono Gedong
- 4. Candi Tegowangi
- 5. Candi Surowono
- 6. Situs Tondowongso
- 7. Monumen Simpang Lima Gumul
- Rute dan itinerary situs sejarah Kediri
- Estimasi biaya perjalanan
- Tips praktis sebelum berangkat
- FAQ
- Berapa total tiket masuk tujuh situs sejarah Kediri?
- Apakah seluruh lokasi bisa dikunjungi dalam satu hari?
- Apa lokasi terbaik untuk pengunjung yang hanya punya waktu setengah hari?
- Apakah situs-situs tersebut cocok untuk anak?
- Kapan waktu terbaik mengunjungi Kediri?
- Apakah diperlukan pemandu?
- Apakah harga tiket dalam artikel ini pasti berlaku?
- Kesimpulan
Kediri tidak hanya dikenal melalui Kampung Inggris, tahu takwa, dan panorama Gunung Kelud. Wilayah kota serta kabupatennya menyimpan jejak Kerajaan Kadiri, masa SinghasariâMajapahit, perkembangan Islam Jawa, hingga peninggalan kolonial. Karena lokasinya tersebar, perjalanan perlu disusun berdasarkan kawasan agar waktu tidak banyak habis di jalan.
Panduan Wisata Kediri 2026: 7 Situs Sejarah, Rute, dan Harga Tiket Masuk ini diperbarui per 24 September 2026. Informasi tarif di bawah merupakan estimasi biaya kunjungan reguler dan dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola. Sebelum berangkat, baca juga FAQ untuk mengetahui waktu terbaik, kebutuhan kendaraan, dan etika saat memasuki situs sakral.
Ringkasan 7 situs sejarah di Kediri

| No. | Situs | Kawasan | Estimasi tiket masuk 2026 | |—|—|—|—:| | 1 | Goa Selomangleng | Mojoroto, Kota Kediri | Rp4.000âRp10.000 | | 2 | Museum Airlangga | Mojoroto, Kota Kediri | GratisâRp5.000 | | 3 | Kompleks Setono Gedong | Kota Kediri | Gratis atau donasi sukarela | | 4 | Candi Tegowangi | Plemahan, Kabupaten Kediri | Gratis atau donasi sukarela | | 5 | Candi Surowono | Badas, Kabupaten Kediri | Gratis atau donasi sukarela | | 6 | Situs Tondowongso | Gurah, Kabupaten Kediri | Gratis | | 7 | Monumen Simpang Lima Gumul | Ngasem, Kabupaten Kediri | Gratis untuk area luar |
Tarif tersebut belum mencakup parkir, pemandu, pembelian bunga ziarah, makanan, dan transportasi. Siapkan uang tunai pecahan kecil karena tidak seluruh lokasi mempunyai pembayaran digital atau loket permanen.
1. Goa Selomangleng
Goa Selomangleng berada di lereng Gunung Klotok, sekitar 5â7 kilometer dari pusat Kota Kediri. Situs ini berupa ceruk batu andesit dengan relief yang dipahat pada dindingnya. Dalam tradisi lokal, tempat tersebut sering dikaitkan dengan Dewi Kilisuci atau Sanggramawijaya Tunggadewi, putri Raja Airlangga yang memilih menjalani kehidupan pertapaan.
Nilai utamanya bukan pada ukuran gua, melainkan pada relief dan kaitannya dengan lanskap pertapaan kuno. Permukaan di sekitar mulut gua dapat licin, terutama setelah hujan, sehingga pengunjung sebaiknya mengenakan alas kaki dengan daya cengkeram baik.
Rute: Dari Alun-Alun Kota Kediri, arahkan kendaraan menuju Jalan Kawi, lalu ikuti petunjuk ke kawasan Gunung Klotok dan Selomangleng. Perjalanan normal sekitar 15â25 menit.
Estimasi tiket 2026: Rp4.000âRp10.000 per orang, di luar parkir. Tarif dapat berbeda menurut usia, hari kunjungan, atau paket fasilitas kawasan.
Waktu kunjungan ideal: Pukul 08.00â10.00 WIB ketika udara belum terlalu panas.
2. Museum Airlangga
Museum Airlangga masih berada di kawasan yang sama dengan Goa Selomangleng sehingga keduanya paling efisien dikunjungi secara berurutan. Koleksinya membantu wisatawan memahami konteks sejarah Kediri melalui arca, prasasti, fragmen bangunan, serta benda budaya dari beberapa periode.
Museum ini cocok menjadi pembuka perjalanan sebelum mengunjungi candi. Dengan memahami ikonografi arca dan fungsi artefak, pengunjung tidak sekadar melihat batu tua, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai agama, pemerintahan, serta kehidupan masyarakat Jawa masa lalu.
Rute: Gunakan jalur menuju Goa Selomangleng. Dari area parkir kawasan, ikuti papan petunjuk Museum Airlangga.
Estimasi tiket 2026: Gratis hingga sekitar Rp5.000. Pada kondisi tertentu, akses museum dapat mengikuti tiket kawasan Selomangleng.
Catatan: Jam buka museum bisa berbeda dari jam operasional kawasan. Hindari datang terlalu sore dan periksa jadwal setempat, terutama pada Senin atau hari libur nasional.
3. Kompleks Setono Gedong
Setono Gedong merupakan kompleks ziarah dan sejarah di pusat Kota Kediri. Di kawasan ini terdapat makam tokoh yang secara tradisional dikenal sebagai Syekh Al-Wasil atau Mbah Wasil. Kompleks tersebut menunjukkan lapisan sejarah yang menarik karena di sekitarnya juga ditemukan unsur batu kuno yang dikaitkan dengan masa pra-Islam.
Suasana Setono Gedong berbeda dari objek rekreasi biasa. Pengunjung perlu menjaga ketenangan, memakai pakaian sopan, dan menghormati aktivitas peziarah. Mintalah izin sebelum memotret makam, kegiatan doa, atau orang lain dari jarak dekat.
Rute: Dari Alun-Alun Kediri, perjalanan menuju Setono Gedong hanya memerlukan sekitar 5â10 menit, bergantung pada lalu lintas. Jalan di sekitarnya cukup padat sehingga sepeda motor lebih praktis daripada bus besar.
Estimasi tiket 2026: Umumnya gratis. Pengunjung dapat menyiapkan donasi sukarela dan biaya parkir.
Waktu kunjungan ideal: Pagi menjelang siang. Pada malam tertentu atau musim ziarah, kompleks dapat lebih ramai.
4. Candi Tegowangi
Candi Tegowangi berada di Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Bangunan peninggalan masa Majapahit ini dikenal melalui relief pada bagian kaki candi. Relief tersebut berkaitan dengan kisah Sudamala, cerita mengenai penyucian atau pelepasan dari kutukan.
Bagian atas candi sudah tidak utuh, tetapi struktur kaki, relief, dan fragmen yang tersisa tetap menjadikannya tujuan penting bagi pencinta arkeologi. Luangkan waktu mengelilingi bangunan secara perlahan agar urutan panel relief dapat diamati lebih jelas.
Rute: Dari pusat Kota Kediri, ambil arah menuju Pare, kemudian lanjutkan ke Plemahan dan Desa Tegowangi. Jarak tempuh berkisar 25â30 kilometer dengan durasi sekitar 45â60 menit.
Estimasi tiket 2026: Umumnya gratis atau menggunakan kotak donasi sukarela. Parkir dikelola secara lokal dan tarifnya dapat berubah.
Tips: Jangan menyentuh, menaiki, atau bersandar pada struktur candi. Hindari penggunaan properti foto yang berpotensi mengenai relief.
5. Candi Surowono
Candi Surowono terletak di Kecamatan Badas, tidak terlalu jauh dari Pare. Situs ini merupakan peninggalan Majapahit dan kerap dihubungkan dengan pendharmaan Bhre Wengker. Relief di bagian kaki candi menampilkan sejumlah cerita, termasuk kisah yang bersumber dari tradisi sastra Jawa kuno.
Ukuran bangunannya relatif kecil, tetapi detail reliefnya membuat Candi Surowono menarik untuk fotografi arsitektur dan pembelajaran sejarah. Di kawasan yang sama juga terdapat Goa Surowono, namun akses ke goa perlu dipertimbangkan terpisah karena kondisi lorong, debit air, dan aturan lokal dapat berubah.
Rute: Dari Candi Tegowangi, lanjutkan perjalanan ke arah PareâBadas. Waktu tempuh antarsitus biasanya sekitar 20â35 menit, tergantung rute dan kondisi jalan.
Estimasi tiket 2026: Gratis atau donasi sukarela. Siapkan biaya parkir serta jasa pendamping lokal jika hendak mengeksplorasi kawasan di luar halaman candi.
Waktu kunjungan ideal: Pukul 09.00â15.00 WIB agar relief memperoleh pencahayaan cukup.
6. Situs Tondowongso
Situs Tondowongso berada di Kecamatan Gurah dan menjadi salah satu lokasi arkeologi penting di Kabupaten Kediri. Temuan di kawasan ini mencakup struktur bata serta arca bercorak Hindu yang menunjukkan keberadaan kompleks bangunan keagamaan pada masa Jawa kuno.
Berbeda dari candi yang telah direkonstruksi sebagai destinasi populer, Tondowongso lebih tepat dikunjungi dengan ekspektasi sebagai situs arkeologi. Kondisi akses, area yang dapat dilihat, dan fasilitas pengunjung mungkin terbatas. Justru karakter tersebut memberikan pengalaman lebih tenang bagi wisatawan yang benar-benar tertarik pada sejarah.
Rute: Dari pusat Kota Kediri, bergerak menuju Gurah melalui jalur KediriâPare. Gunakan petunjuk menuju Desa Tondowongso dan tanyakan lokasi kepada warga apabila penanda jalan terbatas.
Estimasi tiket 2026: Umumnya gratis. Donasi atau biaya parkir lokal mungkin tersedia.
Catatan: Jangan memasuki area berpagar, memindahkan fragmen, atau mengambil benda dari lokasi, sekecil apa pun.
7. Monumen Simpang Lima Gumul
Monumen Simpang Lima Gumul merupakan penanda modern Kabupaten Kediri yang berdiri di titik pertemuan lima ruas jalan. Bentuknya sering dibandingkan dengan Arc de Triomphe di Paris, tetapi monumen ini memiliki relief yang menampilkan kehidupan, kesenian, serta potensi masyarakat Kediri.
Walaupun bukan peninggalan kerajaan, Simpang Lima Gumul layak melengkapi perjalanan sejarah karena merepresentasikan identitas Kediri pada masa kontemporer. Area luarnya luas dan kerap digunakan untuk berjalan santai, berolahraga, atau menikmati suasana sore.
Rute: Dari pusat Kota Kediri, ambil arah timur menuju Kecamatan Ngasem. Perjalanan biasanya memerlukan sekitar 15â25 menit. Dari Pare, lokasi dapat dicapai melalui jalur menuju Kediri dan Ngasem.
Estimasi tiket 2026: Gratis untuk area publik di luar monumen. Parkir dan akses fasilitas tertentu mungkin dikenai biaya terpisah.
Waktu kunjungan ideal: Pukul 16.00â19.00 WIB. Hindari berdiri di badan jalan untuk mengambil foto karena arus kendaraan di kawasan simpang cukup aktif.
Rute dan itinerary situs sejarah Kediri
Situs-situs tersebut terbagi menjadi tiga kelompok utama:
- Zona Kota Kediri: Setono Gedong, Museum Airlangga, dan Goa Selomangleng.
- Zona timur laut: Simpang Lima Gumul, Situs Tondowongso, dan Candi Tegowangi.
- Zona PareâBadas: Candi Surowono.
Itinerary satu hari dengan kendaraan pribadi
07.30â08.15: Setono Gedong 08.30â09.15: Museum Airlangga 09.15â10.15: Goa Selomangleng 10.45â11.30: Simpang Lima Gumul 12.00â13.00: Istirahat dan makan siang 13.30â14.15: Situs Tondowongso 14.45â15.45: Candi Tegowangi 16.15â17.15: Candi Surowono
Jadwal tersebut cukup padat dan paling realistis menggunakan mobil atau sepeda motor. Jika ingin membaca relief dengan tenang, bagi perjalanan menjadi dua hari.
Itinerary dua hari yang lebih santai
Hari pertama: Setono Gedong, Museum Airlangga, Goa Selomangleng, dan Simpang Lima Gumul.
Hari kedua: Situs Tondowongso, Candi Tegowangi, Candi Surowono, lalu makan atau bermalam di Pare.
Wisatawan yang ingin menggabungkan perjalanan sejarah dengan suasana Pare dapat mengikuti panduan Wisata Kediri 2026: sehari di Kampung Inggris dan Simpang Lima. Apabila perjalanan dilanjutkan ke Jawa Timur bagian selatan, pertimbangkan pula Wisata Malang terbaru 2026: spot estetik, tiket, dan rute lengkap.
Estimasi biaya perjalanan
Berikut gambaran anggaran per orang untuk perjalanan satu hari dalam kelompok kecil:
| Kebutuhan | Estimasi biaya | |—|—:| | Tiket atau donasi tujuh lokasi | Rp20.000âRp50.000 | | Parkir beberapa lokasi | Rp10.000âRp30.000 | | Makan dan minum | Rp50.000âRp100.000 | | Sewa sepeda motor harian | Rp80.000âRp150.000 | | Bahan bakar | Rp25.000âRp50.000 | | Total dengan motor sewaan | Rp185.000âRp380.000 |
Anggaran bisa lebih rendah jika menggunakan kendaraan sendiri. Untuk mobil sewaan dengan pengemudi, biaya perlu dihitung berdasarkan durasi, kapasitas kendaraan, bahan bakar, dan titik penjemputan.
Tips praktis sebelum berangkat
FAQ
Berapa total tiket masuk tujuh situs sejarah Kediri?
Siapkan sekitar Rp20.000âRp50.000 per orang untuk tiket dan donasi. Banyak situs dapat dikunjungi tanpa tiket tetap, tetapi biaya parkir, donasi, dan fasilitas tertentu tetap perlu diperhitungkan.
Apakah seluruh lokasi bisa dikunjungi dalam satu hari?
Bisa, tetapi jadwalnya padat dan memerlukan kendaraan pribadi. Untuk pengalaman wisata yang lebih nyaman, gunakan dua hari: hari pertama untuk Kota Kediri dan hari kedua untuk wilayah Gurah, Plemahan, serta Badas.
Apa lokasi terbaik untuk pengunjung yang hanya punya waktu setengah hari?
Pilih Museum Airlangga, Goa Selomangleng, dan Setono Gedong. Ketiganya berada di wilayah Kota Kediri dan dapat dikunjungi tanpa perjalanan antarkecamatan yang panjang.
Apakah situs-situs tersebut cocok untuk anak?
Sebagian besar cocok dengan pengawasan orang dewasa. Perhatian ekstra diperlukan di Goa Selomangleng karena permukaan batu dapat licin. Anak-anak juga perlu diingatkan agar tidak memanjat candi atau menyentuh relief.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Kediri?
Pagi hari paling nyaman untuk situs terbuka. Pada musim hujan, siapkan payung atau jas hujan dan hindari memaksakan kunjungan ketika terjadi hujan lebat. Simpang Lima Gumul lebih menarik pada sore hingga awal malam.
Apakah diperlukan pemandu?
Tidak wajib, tetapi pemandu lokal membantu menjelaskan relief, latar sejarah, dan tradisi masyarakat. Pastikan penjelasan lisan dibedakan antara temuan arkeologis, tafsir sejarah, dan legenda lokal.
Apakah harga tiket dalam artikel ini pasti berlaku?
Tidak. Angka tersebut merupakan estimasi per 24 September 2026. Tarif, jam buka, akses ruangan, dan kebijakan parkir bisa berubah tanpa pemberitahuan, terutama pada hari libur atau saat pemeliharaan.
Kesimpulan
Wisata Kediri 2026: 7 Situs Sejarah, Rute, dan Harga Tiket Masuk menawarkan perjalanan lintas masa, mulai dari relief pertapaan, peninggalan Majapahit, kompleks ziarah Islam, situs arkeologi, hingga monumen modern. Goa Selomangleng dan Museum Airlangga cocok untuk mengenal sejarah kota, sedangkan Candi Tegowangi, Candi Surowono, serta Situs Tondowongso memberikan pengalaman arkeologis yang lebih mendalam.
Agar perjalanan efisien, kelompokkan destinasi berdasarkan wilayah dan gunakan kendaraan pribadi atau sewaan. Sediakan uang tunai, patuhi etika di kawasan sakral, serta konfirmasi tarif dan jam buka sebelum berangkat. Dengan persiapan tersebut, perjalanan sejarah di Kediri dapat dinikmati dengan nyaman sekaligus tetap menghormati warisan budaya setempat.
